Laporan praktikum titrasi asam basa menggunakan indikator forex

Laporan praktikum titrasi asam basa menggunakan indikator forex

Biner-pilihan-panduan pelangi-strategi sehari-hari
Binary-option-trading-strategies-2015-calendar
Sistem perdagangan-stock-trading-terbaik


Forex-trading-course-in-chennai-grt Mulai-modal-untuk-forex-trading Latihan tabel korelasi mata uang forex Stock-options-shirts Forex-trading-scams-robot-vakum Forex-trader-profit-konsisten-melebihi

Pada praktikum kimia yang kami lakukan ini, kami mencari identitas dari suatu larutan yang sudah kami persiapkan.Pada sebelumnya kami belum mengetahui apakah itu larutan asam atau basa.Larutan tersebut adalah HCl, NaOH, CH 3 COOH, pon Sabun, Air jeruk nipis , Air kapur sirih. Dapat diketahui jenisnya bermacam-macam yaitu jenis asam, basa, atau netral. Percobaan tersebut kami lakukan dengan menggunakan kertas lakmus bisa diketahui kertas lakmus ada 2 jenis dengan warna yang berbeda dan dengan identitas yang berbeda pula, yaitu sebagai berikut: Lakmus biru yaitu lakmus yang menandakan itu adalah cairan yang berjenis asam, lakmus merah adalah kertas Lakmus yang menandakan itu yang dicelupkannya adalah asam. Kedua kertas lakmus tersebut dapat berubah menjadi warna yang berbeda sesuai dengan identitasnya pula. Setelah dilakukan percobaan tersebut telah ditemukan hasil yang sebelumnya belum kami ketahui. Yaitu pelampung kertas lakmus birudiamsukan ke dalam larutan asam maka akan menjadi merah yangapabila kita belum mengetahuinya maka kita hanya dengan melihat perubahan dari kertas itu saja. Begitu juga dengan kertas lakmus yang berwarna merah, bila sudah masuk ke dalam larutan basa, akan menjadi biru dan menunjukkan jenisnya pula. Ada beberapa hal yang bila dicelupkan kertas lakmus merah warna tetap merah dan bila kertas biru dicelupkan maka warnanya tetap biru itu, larutan itu berjenis masukan netral. Pertanyaan tabel percobaan 1,2,3 1. larutan yang bersifat asam Larutan yang asam adalah larutanHCl. CH 3 COOH. Air jeruk nipis 2. larutan yang yang basa Larutan yang sedang basa adalah NaOH, pons Sabun, kapur sirih udara pertanyaan tabel percobaan 4 1. ekstrakql yang dapat digunakan sebagai indikator asam-basa Ekstrak yang dapat digunakan sebagai indikator asam basa yaitu ekstrak yang Berasal dari bahan organik tumbuhan yaitu Bunga kambja putih, Kunyit, Kulit manggis, Bunga pacar air merah, wortel 2. apakah yang bisa anda simpulkan setelah kami melakukan percobaan yang bisa kami simpulkan itu 183 dapat menggunakan bahan yang menggunakan asam lakmus merah dan Biru 183 Dapat menggunakan larutan yang mengandung basa dengan menggunakan kertas lakmus merah dan biru 183 Ekstrak yang dapat digunakan sebagai indikator dari bahan organik tumbuhan VIII. Daftar pustaka brandy, JE.-Putjatmaka amp sumina (1994). Kimia universitas asas dan struktur .jakarta.erlangga permana irvan (1997) .kimia untuk kelas XI .jakarta. Erlangga sudarmo, unggul (2004), kimia untuk kelas XI .jakarta: erlangga2.1 Siswa dapat memesan beberapa bahan yang bersifat asam basa 2.2 Siswa dapat menentukan rumus molekul zat yang di uji 2.3 Siswa dapat melakukan reaksi ionisasi pada zat yang di uji Berkaitan dengan Sifat asam dan basa, bisa dibedakan ke dalam tiga golongan, yaitu asam, perawatan basa, atau perawatan netral (tidak asam dan tidak basa). Cara menentukan suatu larutan atau bahan yang asam, basa, atau netral tersebut. Sangatlah tidak bijaksana jika kita menentukan asam, basa, atau netral dengan cara mengen. Karena banyak ada zat-zat kimia yang sifatnya berbahaya jika termakan atau terkena langsung pada kulit. Oleh karena itu, kita butuh suatu indikator asam basa untuk menentukannya. Di bawah ini ada beberapa contoh bahan yang asam basa yang ada di sekitar kita. Gambar 1. Contoh asam dan basa sifatnya dapat dengan menggunakan indikator asam-basa, yaitu zat-zat warna yang akan menghasilkan warna berbeda dalam larutan asam dan basa. Misalnya, lakmus merah dan lakmus biru. IDENTIFIKASI LARUTAN ASAM DAN BASA Teori Asam-Basa Arhenius: a) Asam adalah Spesimen yang menghasilkan ion H dalam bentuk larutannya. B) Asam adalah Spesimen yang menghasilkan ion OH - dalam bentuk larutannya. A) Merupakan jumlah ion H yang ada dalam suatu larutan dan dihitung dengan, antara 1-14 dan. B) pH adalah bilangan yang dinyatakan tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan yang dapat di ukur dengan menggunakan indikator universal atau pH meter. C) Tetapan ukuran pH. 183 Larutan asam. PH 7 183 Larutan basa. PH gt 7 183 Larutan Neral. PH 7 Banyak sekali di sekitar kita, baik yang asam, basa, maupun netral. Untuk menentukan suatu larutan atau basa dapat dilakukan dengan menggunakan indikator. Indikator yang dapat digunakan adalah indikator asam basa. Indikatornya adalah zat-zat yang berbeda dalam hal asam, basa, dan netral. Cara menentukan senyawa asam, basa, atau netral dapat menggunakan kertas lakmus dan gejala indikator atau indikator alami. Berikut adalah beberapa cara yang sifatnya: 1. dengan kertas Lakmus (Indikator Warna) Yang pertama menggunakan indikator warna, yang akan menunjukkan sifat suatu larutan dengan perubahan warna yang terjadi. Warna kertas lakmus dalam larutan asam, larutan basa dan larutan netral beda-beda. Ada dua macam kertas lakmus, yaitu lakmus merah dan lakmus biru. Sifat dari masing-masing kertas lakmus tersebut adalah sebagai berikut. Sebuah. Lakmus merah Lakmus merah dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa biru. Lakmus biru dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa. C. Lakmus merah dan biru dalam larutan netral tidak berubah warna. 2. Petunjuk Larutan Asam, Basa, dan Netral Menggunakan Indikator Alami Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan sendiri di rumah, yaitu dengan menggunakan indikator alami. Berbagai bunga yang berwarna atau tumbuhan, seperti daun, mahkota bunga, kunyit, kulit manggis, dan kubis ungu dapat digunakan sebagai indikator asam basa. Ekstrak atau sari dari bahan-bahan ini bisa menunjukkan warna yang berbeda dalam larutan asam basa. Sebagai contoh, ambillah kulit manggis, tumbuklah sampai halus dan campur dengan sedikit udara. Warna kulit manggis adalah ungu (dalam keadaan netral). Jika ekstrak kulit manggis dibagi dua dan masing-masing diteteskan larutan asam dan basa, maka dalam larutan asam halida berubah warna menjadi ungu kemerahan. Larutan basa yang diteteskan akan berubah warna dari ungu menjadi biru kehitaman. Menentukan pH A. Larutan pH merupakan suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Larutan asam memiliki pH kurang dari 7, larutan basa memiliki pH lebih dari 7, sedangkan larutan netral memiliki pH7. PH Derajat keasaman (pH) suatu larutan dapat ditentukan dengan menggunakan indikator universal, indikator stick, larutan indikator, dan pH meter. A) Indikator Universal Indikator universal merupakan campuran dari berbagai indikator yang dapat menunjukkan pH suatu larutan dari perubahan warnanya. Indikator universal ada dua macam yaitu indikator yang merupakan kertas dan larutan. B. Indikator Kertas (Indikator Tongkat) Indikator kertas serap dan tiap kotak indikator ini dilengkapi dengan tampilan warna. Penggunaannya sangat sederhana, sehelai indikator dicelupkan ke dalam larutan yang akan pH-nya. Kemudian bandingkan dengan peta warna yang tersedia. C. Larutan Indikator Salah satu contoh indikator universal jenis komplemen metil jingga (Metil Orange MO). Pada pH kurang dari 6 larutan ini berwarna jingga, sedangkan pada pH lebih dari 7 warnanya menjadi kuning. Contoh indikator cair lainnya adalah indikator fenolftalin (Phenolphtalein pp). PH di bawah 8, fenolftalin tidak berwarna, dan akan berwarna merah anggur gulung pH larutan di atas 10. Gambar larutan indikator A.Identifikasi larutan asam basa menggunakan indikator kertas lakmus merah - larutan pelat tetes dan pipet tetes dalam keadaan bersih dan kering - Memipet 3 Tetes larutan kapur, larutan WPC, larutan aki, larutan gula, larutan cuka, larutan deterjen, larutan sitrun, larutan dalam lubang pelat tetes - Memasukkan lertas lakmus merah ke dalam tiap lubang pelat tetes. - Mengamati perubahan yang terjadi B. Diagnosa asam basa menggunakan indikator kertas lakmus biru - larutan pelat tetes dan pipet tetes dalam keadaan bersih dan kering - Memipet 3 tetes larutan kapur, larutan WPC, larutan aki, larutan gula, larutan cuka, larutan deterjen , Isi sitrun, masukkan ke dalam lubang pelat tetes - Memasukkan kertas lakmus biru ke dalam tiap lubang pelat tetes. - Mengamati perubahan yang terjadi C. reaksi larutan asam basa menggunakan indikator universal - larutan pelat tetes dan pipet tetes dalam keadaan bersih dan kering - Memipet 3 tetes larutan kapur, larutan WPC, larutan aki, larutan gula, larutan cuka, larutan deterjen, larutan Sitrun, masukkan ke dalam piring pelat tetes - Mencelupkan kertas indikator ke dalam pelat tetes - manfaat kertas universal kemudian di kipaskan - Mengamati perubahan warna yang terjadi D. gejala larutan asam basa menggunakan indikator alami (ekstrak daun jati) - kandungan pelat tetes dan pipet tetes dalam Keadaan bersih dan kering - Menghaluskan daun jati dengan cara ditumbuk kemudian dicampur dengan air dan di ambil ekstrak atau sarinya daun jati tersebut - Memipet 1 tetes ekstrak daun jati ke dalam 7 lubang pelat tetes - Memipet 3 tetes larutan kapur, larutan WPC, larutan udara aki , Larutan gula, larutan cuka, larutan deterjen, larutan sitrun, larutan dalam lubang pelat tetes - Mengamati pe Rubahan warna yang terjadi E. Gejala larutan asam basa menggunakan indikator alami (ekstrak bunga mawar merah) - saran penggunaan tetes dan pipet tetes dalam keadaan bersih dan kering - Menghaluskan daun bunga mawar dengan cara ditumbuk kemudian dicampur dengan air dan di ambil ekstrak atau sarinya bunga Mawar tersebut - Memipet 1 tetes ekstrak daun jati ke dalam 7 lubang pelat tetes - Memipet 3 tetes larutan kapur, larutan WPC, larutan aki, larutan gula, larutan cuka, larutan deterjen, larutan sitrat, tersubstitusi Yang terjadi F. reaksi larutan asam basa menggunakan indikator alami (ekstrak bunga bugenfil ungu) - kandungan pelat tetes dan pipet tetes dalam keadaan bersih dan kering - Menghaluskan daun bunga bugenfil dengan cara ditumbuk kemudian dicampur dengan air dan di ambil ekstrak atau sarinya bunga bugenfil tersebut - Memipet 1 tetes ekstrak daun jati ke dalam 7 lubang pelat tetes - Memipet 3 tetes larutan kapur, Larutan asam urat, larutan encer, larutan encer, larutan encer, larutan asam urat, asam sulfat, asam asetat, dll. DATA PENGAMATAN Dari data diatas bisa kita lihat hasil pengukuran pH air gula adalah 6. Sedangkan Dari beberapa literatur dan penelitian sebelumnya menunjukkan pH air gula sama dengan pH aquadestuh 7. Hal itu disebabkan karena air gula yang kita pakai dilarutkan dengan air disekolah. Dan setelah kita ukur pH udara disekolah ternyata hasilny 6. Itu artinya hasil pengukuran pH air gula muncul 6. Berdasarkan praktikum yang sudah kita lakukan, bisa disimpulkan beberapa air bisa dijadikan indikator asam basa alami karena jika ditetesi dengan asam asetat dan udara kapur beberapa bunga Akan mengalami perubahan warna yang hanya sedikit berubah warna seperti yang terjadi pada tabel hasil pengamatan. Air bunga yang bisa digunakan sebagai indikator yang baik adalah air bunga bunga sepatu merah dan anggrek ungu karena warna air yang semula ungu menjadi merah atau pink saat ditetesi asam asetat dan berubah menjadi hijau saat ditetesi air kapur. Ada juga beberapa air bunga yang hanya berubah warnanya saat ditetesi asam asetat saja (asam) atau air kapur saja (basa) dan ada juga yang tidak mengalami perubahan (netral). Asam cuka. CH 3 COOH 183 Larutan diatasnya merupakan larutan asam, karena menghasilkan ion H dalam bentuk larutannya memiliki pH lt 7 Berwarna merah, pada kertas lakmus merah dan biru dan indikator lainnya, yang menujukkan larutan asam ini. Deterjen udara NaOH Air Kapur. Ca (OH) 2 183 Larutan diatasnya adalah larutan basa, karena menghasilkan ion OH - dalam bentuk larutannya memiliki pH gt 7 Berwarna biru, pada kertas lakmus merah dan biru dan indikator lainnya, yang menujukkan hal tersebut.
Forex-trading-singapura-legal-holidays
Cross-loaded-binary-options